Saturday, June 22, 2019

Blogger Theme in History - Classic



Halo semuanya,
Saya tidak memperbaharui postingan disini lagi selama hampir dua bulan dikarenakan mempersiapkan postingan yang saya rasa cukup berat (dari seri ID "suka-kpop-jpop" sampai postingan mengenai psikologi lingkungan) dimana saya harus membaca cukup banyak referensi. Sepertinya saya harus menyelinginya dengan postingan yang cukup ringan (lagi).

Tuesday, March 26, 2019

Mengapa Memilih Blogger untuk Weblog ini?

Selamat sore semua! Ditengah gempuran penugasan yang sangat padat, saya akan memberikan satu cerita saya tentang blog. Kali ini berhubungan dengan preferensi platform blog. Seperti yang kita tahu, banyak sekali platform blog yang telah tercipta dari tahun 2000 (bahkan beberapa sudah ada sebelum tahun 2000an). Diantara semuanya, yang pernah saya pelajari yaitu Blogger, Wordpress.COM (bukan versi hostingan), Tumblr, Multiply (sudah lama hilang), Webnode (yang lebih cocok disebut website builder bersama Wix dan Weebly), AmebaBlog, Kompasiana, BlogDetik (sudah lama hilang juga), Medium dan yang akan direview di beberapa postingan selanjutnya adalah MY.ID.


Semua platform diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun begitu, saya tetap memilih Blogger sebagai platform personal blog profesional saya. Meskipun banyak pakar bilang kalau blogger memiliki sangat banyak keterbatasan untuk keperluan profesional (apalagi yang ingin blognya SEO tanpa harus edit kode sana-sini). Namun, ada beberapa hal yang membuat saya lebih memilih Blogger.

Saturday, March 9, 2019

#KejarMimpi, Sekarang!


Saya yakin ada banyak orang yang bisa mengatakan judul ini dengan suara lantang, tapi susah melaksanakannya. Pasalnya, kita semua pasti punya mimpi-mimpi gila dalam hidup. Sayang, karena banyaknya halangan dan rintangan hidup serta apa yang sering dibicarakan orang sebagai privilege, mimpi itu terkubur begitu saja.

Well, saya pernah banting setir impian saya dari menjadi pemilik perusahaan komputer menjadi sastrawan lalu menjadi psikolog khusus autisme seperti sekarang. Ada banyak halangan, seperti orangtua yang mengeluhkan cita-cita yang kurang realistis, terlalu bebas, dll. Belum lagi kenyataan bahwa saya adalah anak dengan nilai akademik rendah (lebih karena malas dan tidak suka belajar formal), serta kaku sekali di SMA dulu. Sampai saat ini, saya masih ingin menjadi penulis yang mendesain bukunya sendiri sekaligus psikolog. Gila? Itu tergantung siapa yang memandangnya.

Saturday, March 2, 2019

Bagaimana saya menyukai kpop dan jpop secara bersamaan? - Changes is (Actually) Possible




Dua postingan pertama saya berbicara tentang bagaimana saya sering bosan pada satu hal, serta sejarah saya berkenalan dengan kpop dan jpop. Termasuk di dalamnya perintilan artis yang pertama kali menjadi favorit saya. Untuk lebih jelasnya, baca dari sini lalu kesini.

Pernahkah saya berubah haluan? Kapan?