Saturday, March 9, 2019

#KejarMimpi, Sekarang!


Saya yakin ada banyak orang yang bisa mengatakan judul ini dengan suara lantang, tapi susah melaksanakannya. Pasalnya, kita semua pasti punya mimpi-mimpi gila dalam hidup. Sayang, karena banyaknya halangan dan rintangan hidup serta apa yang sering dibicarakan orang sebagai privilege, mimpi itu terkubur begitu saja.

Well, saya pernah banting setir impian saya dari menjadi pemilik perusahaan komputer menjadi sastrawan lalu menjadi psikolog khusus autisme seperti sekarang. Ada banyak halangan, seperti orangtua yang mengeluhkan cita-cita yang kurang realistis, terlalu bebas, dll. Belum lagi kenyataan bahwa saya adalah anak dengan nilai akademik rendah (lebih karena malas dan tidak suka belajar formal), serta kaku sekali di SMA dulu. Sampai saat ini, saya masih ingin menjadi penulis yang mendesain bukunya sendiri sekaligus psikolog. Gila? Itu tergantung siapa yang memandangnya.

Saturday, March 2, 2019

Bagaimana saya menyukai kpop dan jpop secara bersamaan? - Changes is (Actually) Possible




Dua postingan pertama saya berbicara tentang bagaimana saya sering bosan pada satu hal, serta sejarah saya berkenalan dengan kpop dan jpop. Termasuk di dalamnya perintilan artis yang pertama kali menjadi favorit saya. Untuk lebih jelasnya, baca dari sini lalu kesini.

Pernahkah saya berubah haluan? Kapan?

Thursday, December 20, 2018

Bagaimana saya menyukai kpop dan jpop secara bersamaan? - Hello, I Love You




Pada postingan sebelumnya saya menjelaskan berbagai hal. Termasuk sebagai seorang yang mudah bosan dengan hanya satu jenis pada segala aspek kehidupan saya sangat sulit untuk memiliki hanya satu selera musik, bagaimana kpop dan jpop menjadi tercampur baur dalam ciri khas dan kesamaan mereka, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, cek disini.

Bagaimana ceritanya saya bisa menyukai mereka secara bersamaan?

Monday, December 17, 2018

Bagaimana saya menyukai kpop dan jpop secara bersamaan? - Pembuka

Kata banyak orang, kalau suka dengan sesuatu, maka cukup satu itu saja. Jangan sampai menyukai yang lain. Hal itu ternyata bukan hanya berlaku pada pasangan hidup, tetapi juga selera musik. Akan tetapi, sebagai seorang yang mudah bosan dengan hanya satu jenis pada segala aspek kehidupan saya sangat sulit untuk memiliki hanya satu selera musik. Kadang, saya bisa menikmati lagu-lagu Indonesia terbaru dari beberapa artis. Pada waktu lain, saya malah lebih suka lagu-lagu Indonesia pada tahun 2010 sampai 2012an. Hal itu kadang menyebabkan playlist s****y saya bercampur aduk seperti bubur ayam.