Tuesday, August 13, 2019

Mengenal Organisasi Mahasiswa : Apa Saja Jenis-Jenisnya?


Halo semuanya!
Saya kembali agak cepat. Kebetulan masih senggang menjelang sibuk kembali. Setelah kemarin membahas apa itu organisasi mahasiswa (ormawa), kali ini saya akan mengupas jenis-jenis ormawa secara singkat. Ayo disimak!
Note : Pro dan Kontra dalam tulisan kali ini hanya opini saya. Mungkin saja yang teman-teman alami berbeda, jadi bisa bagikan saja di kolom komentar ya :)


Organisasi basis intra kampus

Organisasi ini memang berbasis intra kampus, menjaring mahasiswa dari universitas, fakultas, maupun jurusan tertentu saja. Organisasi seperti inilah yang akan banyak rekan mahasiswa baru temukan ketika orientasi kampus. Jenisnya pun bermacam-macam.

Lembaga eksekutif dan legislatif

  1. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) merupakan lembaga eksekutif yang berbasis program kerja baik untuk mahasiswa sendiri maupun untuk menjembatani suara mahasiswa dengan pihak kampus dan pihak eksternal. BEM sendiri bisa kita lihat pada tingkat universitas, fakultas, (dan pada beberapa universitas) jurusan. Nama pemimpin BEM dan jajarannya bervariasi di setiap universitas bahkan fakultas.
  2. DPM/MPM (Dewan/Majelis Perwakilan Mahasiswa) merupakan lembaga legislatif yang tugasnya menetapkan peraturan terkait negara mahasiswa. Nama negara bervariasi di setiap universitas begitu pula nama pemimpin dan jajarannya.
  3. HIMA/HMJ/IMA/dll (Himpunan/Ikatan Mahasiswa /Jurusan/) merupakan lembaga eksekutif yang paling banyak ditemukan dalam tingkat jurusan. Nama pemimpin dan jajaran bervariasi, sistem kerja ada yang paling simpel sampai yang paling ribet.
  4. Bentuk lembaga eksekutif lainnya yang berbeda per universitas seperti PEMA (Pemerintahan Mahasiswa), Dema/Sema (Dewan/Senat Mahasiswa) dan lain sebagainya.
Pro : Banyak pengalaman dalam lingkup kampus mulai dari mengelola kegiatan, tata cara rapat yang profesional, menghadapi beragam drama, sampai memberikan pendapat yang jujur tapi tidak membuat orang tersinggung.
Kontra : Beberapa jenis organisasi ini (apalagi yang eksekutif) kurang inovasi dalam programnya, dan banyak lembaga legislatif yang tidak memperbolehkan anggotanya untuk mengikuti kegiatan lainnya baik yang diadakan eksekutif kampus maupun eksternal. Jadi seperti setahun tidak bisa melakukan apa-apa,

Organisasi berbasis minat dan bakat

  1. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) merupakan sebuah lembaga yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa dengan cara yang profesional dan (kadang) berusaha memperlihatkan lingkungan kerja. Beberapa UKM cukup santai dan beberapa lainnya memiliki kesibukan yang sangat padat. UKM terdapat di tingkat universitas dan fakultas.
  2. Klub/Kelompok Minat Bakat/dll merupakan lembaga yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa dalam tingkat jurusan. Beberapa jurusan di universitas memiliki, dan beberapa lainnya tidak. Meskipun memiliki cara kerja yang lebih simpel, lembaga semacam ini sebenarnya merupakan ladang yang bagus jika dimanfaatkan dengan baik.
Pro : Lebih terfokus pada satu jenis lingkungan, misalnya lingkungan pers, lingkungan penelitian, dan lain-lain.  Pro yang ada di bagian organisasi eksekutif dan legislatif + ilmu yang lebih luas dari berbagai jenis bidang ilmu
Kontra : Biasanya, banyak anggota UKM yang akhirnya hanya bergaul sesamanya saja, atau paling luas hanya sesama pejuang UKM lainnya.

Organisasi berbasis keagamaan dan lokalitas

  1. Lembaga mentoring atau kajian agama, biasanya dipisahkan dari UKM keagamaan di kampus karena juga memiliki hubungan dengan program universitas. Jadi kadang yang berada di lembaga ini juga bekerja sama dengan pihak pengajar dan staff universitas yang bersangkutan
  2. Payuguban asal daerah berbasis universitas, biasanya menjaring mahasiswa universitas tertentu yang berasal dari daerah yang sama. Biasanya dibentuk oleh mahasiswa di luar domisili universitas tersebut.
Pro : Untuk organisasi basis agama, pro di bagian organisasi eksekutif dan legislatif + pengalaman bekerjasama dengan universitas lewat program mereka. Untuk lokalitas, sebagai rumah pertama anak-anak yang beda daerah dan masih meraba-raba kehidupan kampus.

Credit

Organisasi basis ekstra kampus

Organisasi ini biasanya menghubungkan antara lembaga basis intra kampus kepada pihak-pihak yang lebih besar jangkauannya. Selain itu juga menghubungkan antar lembaga basis intra kampus dengan sesamanya. Terkada organisasi sejenis ini hanya menjaring dan mengikat perseorangan mahasiswa saja.

Organisasi perkumpulan organisasi eksekutif tingkat nasional

Organisasi ini mengikat organisasi eksekutif (kebanyakan mengikat BEM) yang berada di seluruh Indonesia. Biasanya selain melakukan pengabdian, mereka aktif mengkritik pemerintah. Bahkan beberapa penduduk internet Indonesia sering melabeli salah satu diantaranya dengan 'settingan' (ingin tertawa rasanya). Untuk saat ini ada tiga organisasi jenis ini yaitu BEM Seluruh Indonesia, BEM Nasional dan BEM Nusantara.
Pro : Pro yang ada di bagian organisasi eksekutif dan legislatif (intra) + belajar lebih dalam manajemen aksi skala besar

Organisasi perkumpulan organisasi legislatif tingkat nasional

Jenis organisasi berikut menjaring dan mengikat organisasi legislatif mahasiswa berupa DPM maupun MPM. Pernah melakukan musyawarah di Padang dan bertujuan sebagai sarana pergerakan organisasi legislatif. Untuk saat ini yang aktif adalah FL2MI (Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia).
Pro : Pergerakan legislatif lebih masif dan pembahasan lebih luas

Ikatan organisasi mahasiswa sejenis (IOMS)

Menjaring dan mengikat organisasi eksekutif fakultas maupun jurusan tertentu, tentu memiliki jenis pergerakan yang berbeda dengan jenis organisasi yang mengikat organisasi eksekutif tingkat universitas. Biasanya jenis program yang mereka lakukan berbasis pada keilmuan masing-masing (bisa saja mencampur ilmu lain, tapi cukup jarang). Mereka juga sering mengkritik pemerintah, meski beritanya tidak jarang dikomentari oleh penduduk internet. Organisasi jenis ini sebenarnya sangat banyak di Indonesia, tetapi banyak juga yang inaktif dan mati. Beberapa contoh dari jenis organisasi ini adalah IMIKI (Ilmu Komunikasi), ILMIBSI (Ilmu Budaya dan Sastra), dll.

Meskipun saya belum menemukan data IOMS yang keaggotaannya perseorangan, kemungkinan bentuk organisasi seperti ini tentu ada hehehe.
Pro : Penerapan ilmu yang dipelajari di kampus lebih nyata, membantu dalam proses akademik karena kadang diskusi mengenai fenomena terkait ilmu yang sedang dipelajari.
Kontra : Beberapa organisasi bidang ilmu tertentu terlalu terbatas dalam pergerakan keilmuannya dan jarang bekerjasama dengan bidang ilmu lain.

Asosiasi IOMS

Beberapa IOMS berkumpul untuk membuat asosiasi sendiri supaya pergerakan mereka lebih nyata dan mencakup berbagai bidang. Biasanya mereka memiliki konferensi tersendiri dan mempromosikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IOMS anggota mereka. Contoh yang cukup dikenal adalah AOMKI (Asosiasi Organisasi Mahasiswa Kedokteran Indonesia) yang mencakup IOMS kesehatan termasuk beberapa IOMS tertua di Indonesia (ISMKI, ISMAFARSI, dan lain sebagainya).
Pro dan Kontra untuk bagian ini sama dengan yang di IOMS ya ;) 

Organisasi tingkat nasional berbasis minat dan bakat sejenis

Jenis organisasi berikut mengikat UKM sejenis yang ada di Universitas. Contoh yang cukup jelas bagi saya adalah ILP2MI yang menjaring UKM penelitian dan penalaran mahasiswa di seluruh Indonesia.
Pro : sama dengan pro UKM tapi dalam lingkup nasional

Organisasi berbasis keagamaan dan lokalitas

  1. Organisasi tingkat nasional berbasis keagamaan mendasarkan pergerakan mereka dengan nilai-nilai keagamaan. Biasanya, mereka memiliki sistem kaderisasi tersendiri hihihi. Beberapa organisasi jenis ini ada yang bersifat perseorangan dan ada yang bersifat mengikat lembaga. Contoh dari organisasi jenis ini ada HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), FSLDK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus), dan lain sebagainya.
  2. Organisasi berbasis lokalitas biasanya menjaring mahasiswa luar domisili beberapa universitas. Misalnya ada perkumpulan mahasiswa daerah A di Provinsi B, mereka menjaring mahasiswa yang berasa dari daerah A dan berkuliah di semua universitas dan lembaga pendidikan tinggi di provinsi B.
Pro : Untuk organisasi basis keagamaan, lebih mendalami ilmu agama, dan pergerakan keagamaan. Untuk organisasi basis lokalitas, sama dengan pro organisasi basis lokalitas tingkat universitas dengan jaringan yang lebih luas.

Credit

Pro dan Kontra Organisasi Secara Keseluruhan

Pro dan Kontra yang saya bahas pada bagian ini baru mencakup khusus pada jenis organisasi saja. Sementara ada beberapa masalah besar dalam kehidupan organisasi dan manfaat yang kita dapat dari seluruh organisasi ini. Untuk topik ini akan saya bahas pada episode selanjutnya. Nantikan!
With love,

3 comments spilled

  1. Thanks for sharing ya kak~!
    Lianty maba jadi masih gak ngerti yg beginian. Tapi setelah baca ini sedikitnya jadi mengerti dan gak bingung lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Lianty :)

      Semangat kuliahnya ya ;)

      Delete
  2. Saya dulu cuman ikut HIMA dan beberapa himpunan ekstra, kayak bahasa Inggris, paduan suara.
    Tapi mulai mundur sejak masuk semester 6, fokus ke pelajaran karena mau cepat lulus hehehe

    ReplyDelete

Please comment the post after you read it!
your praise, critique, and other is recomended to improve this blog! ^^

P.S : not important comment is skipped :p