Halo semua, selamat hari hari!
Saya menjadi narablog sudah separuh perjalanan hidup, dan pyuurika(dot)com sudah hadir hampir 10 tahun (2028 kalau mau tahu kapan). Jujur, membaca sebagian postingan dan halaman dalam blog ini membuat perasaan saya sedikit campur aduk.
Pasalnya, saya sebenarnya tidak malu dengan hal-hal yang terdengar cringe dan kekanak-kanakan. Saya malah ingin membawa beberapa postingan lama ke blog ini. Saya malah lebih malu dengan (1) banyaknya link mati pada gambar dan postingan (karena itu saya menonaktifkan arsip blog lama sementara) karena banyak hal, termasuk hal yang tidak bisa saya ceritakan disini, (2) fakta bahwa dari awal membuat blog ini sampai sekarang, saya tidak pernah menggunakan identitas anonim, dan akhirnya menggunakan blog dengan domain ini sebagai sarana cari duit sehingga identitas domain ini terlalu lekat dengan identitas saya yang tampak secara permukaan oleh orang lain, dan (3) miskonsepsi saya mengenai website dan blog itu sendiri.
Hal pertama adalah sesuatu yang saya usahakan lakukan sekarang di blog ini, karena postingan yang lebih sedikit memungkinkan untuk mengecek postingan satu-satu (menganalisis menggunakan situs sangat tidak akurat untuk blogger karena banyak link blogger yang tidak jelas). Hal kedua adalah hal yang tidak bisa dan tidak akan saya jelaskan di channel pyuurika manapun (mohon dimengerti). Hal ketiga adalah refleksi (atau mungkin keluhan lainnya) dari postingan sebelumnya dan melihat sisi-sisi internet.
Merujuk dari postingan sebelumnya, saya merenung kembali ketika saya membeli domain. Saat itu, banyak blogger lokal yang membeli domain karena hal itu membuat blog mereka "profesional". Saya adalah salah satu yang berpikir demikian awalnya. Lalu saya sendiri merasa bosan, tak ada tenaga, dan tak ada topik menarik untuk postingan. Banyak hal yang ingin saya bahas secara psikologi lalu.... saya tidak merasa media dan fenomena terkait sebagai sesuatu yang menarik.
Memaksa diri saya untuk menulis sesuai SEO (meskipun sesederhana apapun), memenuhi jumlah pageview, sampai keperluan pengindex-an google membuat saya jenuh. Lebih buruk, banyak pelaku blog yang lebih suka memasukkan konten mereka ke algoritma mesin large language model (LLM) dan generative AI hanya agar blog mereka mendapat "trafik". Ini belum membahas bagaimana sebagian mereka menggunakannya untuk membuat postingan meskipun hanya sebatas brainstorming.
Mungkin otak saya terlalu bising sementara otak orang lain tidak sebising itu....
Serta lahan pekerjaan untuk mendapatkan uang disini sangatlah jelek....
Kemampuan membeli domain sebenarnya adalah privilese. Banyak orang yang bahkan makan tidak mampu, apalagi membeli domain untuk halaman bisnis atau sekedar mendaftar username di sosial media seperti bluesky. Namun di sisi lain... banyak orang dengan hanya subdomain gratis bisa membuat website dan blog yang menampakkan "diri mereka sendiri" tanpa dipengaruhi orang lain dan perusahaan. Ketika membeli domain ditujukan untuk ekspresi diri, maka hasilnya pun juga menarik, tidak membosankan, tidak diatur oleh keinginan tech moguls.
Hal ini membuat saya menyadari... saya mencari referensi yang "tidak tepat" selama hampir seperempat abad menjadi narablog. Saya menggunakan konsep we(blog)site karena website yang saya lihat adalah portofolio yang membosankan, corporate-looking, dan terlalu menonjolkan niche dan topik dan pengalaman yang "menjual". Bahkan menjadi penulis pun harus fokus menjual buku atau tergilas.
Well... mengapa istilah "tergilas" harus dikaitkan dengan "tidak mengikuti algoritma yang diatur tech moguls"? Bahkan blog pun sudah didominasi oleh perusahaan yang membuat platform "blogging premium" dengan berbagai fasilitasnya. Bagus, bagus sekali. Akan tetapi saya capek dengan platform yang mengharuskan mengatur mail list, masuk sirkel berbayar untuk mendapatkan uang, maupun fasilitas memperkuat tulisan untuk algoritma.
Saya hanya ingin menulis, dan mengekspresikan diri. Serta tidak membagikan cerita dunia nyata yang terlalu dekat dengan orang sekitar saya. Blog yang dulu saya baca... yang personal tapi tidak dekat dengan dunia nyata... sekarang tidak lagi memposting atau sibuk dengan postingan sosial media. Tidak masalah, tapi sedikit menyedihkan melihat blog yang aktif pada lima tahun belakangan kalau bukan mengikuti format portal berita, kalau tidak hanya mengepos sesuatu yang menguntungkan "trafik"
Beberapa bulan belakangan, saya menemukan banyak blog yang menurut saya sangat menarik dan lebih menunjukkan ekspresi diri. Ada blog yang hanya berisi pengalaman naik gunung di Jepang. Ada banyak blog yang tidak memberi link apa-apa tapi memberikan curahan hati dan opini yang dalam. Ada blog yang setiap postingannya memiliki layout halaman yang berbeda-beda. Di mata mereka, website dan blog hanyalah istilah. Mereka bisa membuat apa saja dalam halaman yang mereka desain dan tulis sendiri.
Bahkan beberapa dari mereka hanya memakai domain gratis dan subdomain gratis (RIP dot tk).
Saya rasa, ekspresi seperti itu lebih cocok dengan saya. Meskipun saya akan merugi secara finansial.
Sebenarnya, ada rasa duka lagi yang bisa saya ceritakan. Sebenarnya saya lebih tertarik menulis di write(dot)as daripada medium bahkan blogger. Bahkan menulis secara ngasal (meskipun judul blog ada kata ngasal) lebih mudah karena hanya lembar putih tanpa perlu desain dan lainnya. Sayangnya, mereka tidak lagi membuka pendaftaran akun gratis :(
Jadi.... bisa dikatakan bahwa saya berasumsi ngasal ketika mengutamakan konsep we(blog)site dan membuat awal dari halamannya. Melihat postingan ke belakang saya juga menyadari banyak pengetahuan saya mengenai ekspresi blogging, meskipun lepas dari 2014an saya pun tidak mencari lebih banyak lagi.
Mulai dari bulan ini konsep we(blog)site diturunkan. pyuurika(dot)com sekarang hanya blog biasa.
Saya sudah menjalani saat menulis blog sebagai "diari daring", saya juga sudah menjalani saat saya merasa perlu "niche" dan "branding" yang unik dan "menggambarkan saya".
Sekarang saya hanya ingin menulis saja di kanal pyuurika. Tidak lagi bikin video reels, atau crossposting ke sosial media. Hanya menulis isi pikiran dan bukan diari.
dan saya rasa saya lebih lega menulis ini.
With love,



No comments spilled
Post a Comment
Please comment the post after you read it!
your praise, critique, and other is recomended to improve this blog! ^^
Berilah komentar setelah membaca blog. Baik kritik saran dan lainnya dibolehkan ^^