Tuesday, March 26, 2019

Mengapa Memilih Blogger untuk Weblog ini?

Selamat sore semua! Ditengah gempuran penugasan yang sangat padat, saya akan memberikan satu cerita saya tentang blog. Kali ini berhubungan dengan preferensi platform blog. Seperti yang kita tahu, banyak sekali platform blog yang telah tercipta dari tahun 2000 (bahkan beberapa sudah ada sebelum tahun 2000an). Diantara semuanya, yang pernah saya pelajari yaitu Blogger, Wordpress.COM (bukan versi hostingan), Tumblr, Multiply (sudah lama hilang), Webnode (yang lebih cocok disebut website builder bersama Wix dan Weebly), AmebaBlog, Kompasiana, BlogDetik (sudah lama hilang juga), Medium dan yang akan direview di beberapa postingan selanjutnya adalah MY.ID.


Semua platform diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun begitu, saya tetap memilih Blogger sebagai platform personal blog profesional saya. Meskipun banyak pakar bilang kalau blogger memiliki sangat banyak keterbatasan untuk keperluan profesional (apalagi yang ingin blognya SEO tanpa harus edit kode sana-sini). Namun, ada beberapa hal yang membuat saya lebih memilih Blogger.

Saturday, March 9, 2019

#KejarMimpi, Sekarang!


Saya yakin ada banyak orang yang bisa mengatakan judul ini dengan suara lantang, tapi susah melaksanakannya. Pasalnya, kita semua pasti punya mimpi-mimpi gila dalam hidup. Sayang, karena banyaknya halangan dan rintangan hidup serta apa yang sering dibicarakan orang sebagai privilege, mimpi itu terkubur begitu saja.

Well, saya pernah banting setir impian saya dari menjadi pemilik perusahaan komputer menjadi sastrawan lalu menjadi psikolog khusus autisme seperti sekarang. Ada banyak halangan, seperti orangtua yang mengeluhkan cita-cita yang kurang realistis, terlalu bebas, dll. Belum lagi kenyataan bahwa saya adalah anak dengan nilai akademik rendah (lebih karena malas dan tidak suka belajar formal), serta kaku sekali di SMA dulu. Sampai saat ini, saya masih ingin menjadi penulis yang mendesain bukunya sendiri sekaligus psikolog. Gila? Itu tergantung siapa yang memandangnya.

Saturday, March 2, 2019

Bagaimana saya menyukai kpop dan jpop secara bersamaan? - Changes is (Actually) Possible




Dua postingan pertama saya berbicara tentang bagaimana saya sering bosan pada satu hal, serta sejarah saya berkenalan dengan kpop dan jpop. Termasuk di dalamnya perintilan artis yang pertama kali menjadi favorit saya. Untuk lebih jelasnya, baca dari sini lalu kesini.

Pernahkah saya berubah haluan? Kapan?

Thursday, December 20, 2018

Bagaimana saya menyukai kpop dan jpop secara bersamaan? - Hello, I Love You




Pada postingan sebelumnya saya menjelaskan berbagai hal. Termasuk sebagai seorang yang mudah bosan dengan hanya satu jenis pada segala aspek kehidupan saya sangat sulit untuk memiliki hanya satu selera musik, bagaimana kpop dan jpop menjadi tercampur baur dalam ciri khas dan kesamaan mereka, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, cek disini.

Bagaimana ceritanya saya bisa menyukai mereka secara bersamaan?